Artikel

Nasi Liwet Instan

Nasi Liwet Instan

Nasi liwet adalah makanan khas kota Solo dan merupakan kuliner asli daerah Baki, Kabupaten Sukoharjo. Nasi liwet adalah nasi gurih (dimasak dengan kelapa) mirip nasi uduk, yang disajikan dengan sayur labu siam, suwiran ayam (daging ayam dipotong kecil-kecil) dan areh (semacam bubur gurih dari kelapa).

Nasi liwet kini telah terkenal meluas sampai diluar Solo baik dengan bumbu yang sama maupun dengan ramuan yang berbeda. Di Kabupaten Ngawi ada sebuah kelompok tani yang berinovasi dengan membuat sebuah paket beras dan rempah-rempah yang siap dimasak dan disajikan dalam bentuk nasi liwet. Berbeda dengan nasi liwet Solo, nasi liwet ramuan Kelompok Tani Margo Kencono Desa Sambirejo Kecamatan Ngrambe Ngawi ini dimasak tanpa menggunakan santan, tetapi dengan mencampurkan beberapa rempah-rempah dan taburan bawang goreng matang.

“Saya mencoba menampilkan berbeda Mas, sudah banyak yang mencoba dan enak katanya,” kata Sugiyono, sang ketua kelompok. Kelompok memproduksi dua jenis kemasan, kemasan pertama ukuran ekonomis dan kemasan kedua yaitu kemasan premium. Pemasaran nasi liwet merek “Teteh” ini masih dilakukan dari mulut ke mulut. Belum ada media promosi intensif yang digunakan karena masih terkendala dengan waktu dan tenaga, selain itu juga belum mencantumkan PIRT dalam kemasannya.

 

 

 

-key-

 

Beras Organik

Pertanian organic di Kabupaten Ngawi masih menunjukkan eksistensinya sampai saat ini. Dinamika jatuh bangun pertanian ramah lingkungan tersebut merupakan tantangan yang dihadapi oleh petani maupun kelompok tani. Salah satu komoditas yang masih tetap ada adalah beras organic yang dihasilkan dari petani perorangan maupun yang tergabung dalam komunitas dan kelompok. Konsumen beras organic belum banyak, hanya orang-orang tertentu saja yang mengonsumsinya. Masih terbatasnya permintaan beras organic dibandingkan dengan beras konvensional disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah pengetahuan tentang manfaat besar beras organic bagi kesehatan manusia yang belum banyaki diketahui orang. Jikapun ada biasanya masih beranggapan bahwa beras konvensional masih aman-aman saja untuk dikonsumsi. Hal ini merupakan pilihan. Disisi lain dampak konsumsi beras organic adalah menjaga lahan pertanian agar tetap subur dan lestari, sehingga petani masih dapat berproduksi dengan baik, sehingga status lahan dapat dipertahankan untuk tidak beralih ke fungsi lain, seperti berdirinya bangunan ataupun menjadi sebuah kawasan non pertanian.

  

Beberapa kelompok petani organic saat ini menghasilkan beras organic putih, merah, hitam, cokelat dan mix rise (beras campuran). Setiap jenis varian tersebut memiliki keistimewaan yang beragam baik kandungan maupun manfaat kesehatan bagi manusia. Salah satu yang jarang didengar adalah mix rise atau beras campuran. Beras ini biasanya terdiri dari beras putih, beras cokelat, beras merah dan beras hitam. Bagi sebagian besar orang beras berfungsi hanya sebagai pangan saja, tetapi beras yang kemudian dimasak dan menjadi nasi memiliki beragam manfaat dalam mencegah penyakit. Beras merah dan hitam misalnya. Beras ini banyak dikonsumsi oleh penderita diabet, atau orang yang emngalami gangguan kesehatan. Bagi yang mendamba tubuh langsing, beras merah menjadi pilihan agar mendukung program diet tanpa mengurangi porsi makan sehari-hari.

 

-key-

Sego Kucing Abang

“Mas kulo bir kuning (saya bir kuning-red)”, pesan seorang pembeli. “Nggih (ya-red),” jawab sang penjual. Tangan penjual langsung dengan cekatan membuat racikan minuman yang dipesan. Belum lagi selesai membuat minuman yang dimaksud, pembeli lain memesan “ Kulo bir abang nggeh mas (saya bir merah ya mas-red). “O nggih”, jawab sang penjual juga.

Disebuah angkringan di salah satu jalan perintis kemerdekaan depan SMA 3 Boyolali ini, minuman Bir Plethok menjadi andalan minuman yang nikmat. Bir Plethok adalah sebuah racikan minuman berbahan secang dan perasa jeruk nipis. Kata sang penjual, bir kuning adalah Wedhang Secang dengan campuran jeruk nipis, sedangkan bir abang campuran jeruk nipisnya lebih sedikit. Bir Plethok atau racikan wedhang sedang merupakan salah satu racikan minuman tradisional khas yang mudah ditemui di Jawa Tengah. Minuman ini berasa segar dan dapat disajikan hangat atau dingin. Minuman ini juga berfungsi sebagai obat herbal yang baik untuk menjaga stamina maupun pereda batuk. Warna merahnya alami sehingga kayu secang dapat digunakan sebagai pewarna alami makanan atau minuman. Secang juga dapat digunakan sebagai bahan baku sirup, apalagi menggunakan gula semut, pasti lebih sehat.

Yang menarik lagi dari angkringan ini adalah, menyediakan sego kucing abang (nasi kucing beras merah). Biasanya angkringan hanya

menyediakan nasi putih sambel atau sego kucing sambel, nasi oseng, bakmi dan nasi goreng bungkus. Angkringan Ijo sengaja menyediakan sego kucing abang dari beras merah organik yang jauh lebih sehat yang hampir tidak bisa di jumpai di angkirngan manapun.

Sembari menikmati bir plethok, beberapa pembeli nampak menikmati nasi jagung dengan lauk tahu dan tempe bacem. Nasi jagung ini dibuat dari jagung unyil, yang merupakan jagung lokal tahan hama sehingga bebas dari siraman pestisida da pupuk kimia. Jagung unyil menjadi andalan masyarakat di Jawa untuk bahan baku makanan manusia karena rasanya yang manis dan jelas sehat.

Disudut lain nampak duduk lesehahan sekelompok pengunjung menikmati aneka cemilan dan wedhang cokelat orisinil, yaitu biji kakao sangrai yang ditumbuk dengan lumpang dan masih mengandung lemak cokelat sehingga nikmatnya luar biasa jika diseduh. Beberapa pengunjung ini nampak santai membicarakan rencana reuni akbar sekolah SMP-nya yang akan dilaksanakan beberapa bulan lagi.

Angkringan merupakan tempat dimana biasanya orang berkumpul santai malam hari. Didunia modern
konsep angkringan hampir mirip dengan kafe. Meskipun kini juga marah angkringan modern dengan konsep kafe yang mewah. Di tempat inilah biasanya orang berkumpul dan berkomunikasi. Tak jarang pula angkringan dijadikan tempat untuk berbincang bisnis, atau sekedar tempat mampir untuk mengisi perut lapar. 

Konsep tradisional angkringan sudah mestinya dijaga, terlebih jika angkringan menyajikan pangan tradisional “ndeso” yang sebenarnya sehat untuk dikonsumsi, meskipun saat ini aneka makanan dan minuman di angkringan sudah dimasuki oleh makanan dan minuman instan. Jika kita mampir ke angkringan, pilihlah angkringan yang menyediakan pilihan makanan dan minuman tradisional yang sehat. Terlebih terbuat dari bahan organik, agar badan kita tetap sehat dan lingkungan terjaga kelestarianya.

 

 

by -key-

 

Api dari Bokong Sapi

Seringkali kita merasa jijik jika mendengar kata “limbah”, padahal disisi lain limbah juga memberi manfaat besar bagi manusia. Seperti halnya kotoran ternak seperti kotoran sapi, kerbau, kuda, babi, ayam bahkan kotoran manusia dapat diolah menjadi energi terbarukan yang memberi manfaat lebih bagi kehidupan manusia.

Didesa identik dengan kawasan penghasil pangan dan ternak. Hampir seluruh karakteristik desa di bentangan katulistiwa ini memiliki kesamaan, yaitu terdapat banyak hewan ternak, salah satunya adalah sapi. Limbah sapi berupa kotoran padat dan air kencing merupakan bahan baku potensial untuk energi dan kelestarian lingkungan. Selama 24 jam setidaknya seekor sapi dapat menghasilkan 15-20 kg kotoran padat dan 8-10 liter limbah cair. Volume limbah berbeda di setiap tempat, tergantung jenis pakan dan jumlah yang diberikan. Limbah padat berupa kotoran dapat diubah menjadi sumber energi berupa biogas yang dapat digunakan untuk memasak dan penerangan di malam hari

“ Biogas adalah suatu gas yang dihasilkan dari proses anaerobik (fermentasi) bahan bahan organik seperti kotoran manusia, limbah rumah tangga dan juga kotoran hewan. Bahan yang sangat dibutuhkan dalam membuat biogas yaitu metana dan karbon dioksida yang terkandung di dalam bahan organik.”

Namun saat ini disayangkan, masih banyak petani pemilik ternak bahkan peternak yang belum memanfaatkan kotoran ini sebagai sumber energi. Sementara seringkali pula masyarakat kita gelisah ketika sumber energi berupa minyak maupun gas mengalami kelangkaan atau harga yang semakin naik. Sebenarnya instalasi pengubah (digester) kotoran sapi menjadi biogas bisa dibuat dengan bahan baku yang relatif murah. Selama ini kita sering terpancang dengan instalasi berbiaya besar, sehingga untuk memiliki digester ini tidak dapat dilakukan.

Ada beberapa manfaat biogas yang dapat kita rasakan, diantaranya adalah :

1.     Mengurangi penggunaan gas LPG. Gas metana yang dihasilkan kotoran di dalam biogas dapat digunakan sebagai pembakaran seperti halnya yang terdapat di dalam gas LPG.

2.     Lingkungan menjadi lebih bersih dan indah. Limbah sapi tidak berceceran yang dapat membuat pencemaran udara berupa bau tidak sedap.

3.     Menghemat biaya operasional rumah tangga, dengan mengganti bahan bakar minyak dan gas yang relatif lebih mahal dengan penggunaan biogas.

4.     Turunan limbah digester dari biogas dapat di manfaatkan sebagai pupul organik, baik yang berupa cair maupun padat bagi pertanian.

5.     Biogas dapat berkonstribusi untuk menurunkan emisi gas rumah kaca, pengurangan emisi ini terjadi karena kurangnya pemakaian bahan bakar minyak dan kayu.

6.     Dapat menjadi bahan bakar alternatif yang dapat menghasilkan listrik untuk menggantikan penggunaan solar. Bahan bakar biogas ini dapat menghasilkan sekitar 6000 watt per jamnya dengan menggunakan sekitar 1 meter kubik biogas.

7.     Biogas juga bermanfaat untuk mengurangi asap dan kadar karbon dioksida di udara.

Meskipun tidak memerlukan perawatan yang relatif besar, instalasi pengolah kotoran ternak ini juga memerlukan perawatan yang baik agar tetap terjaga kondisi fisiknya sehingga mampu berdaya guna secara maksimal. Biogas ini juga dapat dipindahkan kedalam media simpan lain, yaitu ban dalam mobil. Gas yang dipompa ke dalam ban dalam ini dapat dibawa kemana-mana. Hanya saja dengan volume yang terbatas ini kurang efektif karena hanya bisa digunakan kurang dari satu jam saja.

Masyarakat di pedesaan tidak perlu berkecil hati, sebab banyak potensi alternatif di desa yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dengan tidak mengeluarkan isi dompet secara berlebihan.

 

diolah dari berbagai sumber

by -key-

 

 

Subcategories