Artikel

Sego Kucing Abang

“Mas kulo bir kuning (saya bir kuning-red)”, pesan seorang pembeli. “Nggih (ya-red),” jawab sang penjual. Tangan penjual langsung dengan cekatan membuat racikan minuman yang dipesan. Belum lagi selesai membuat minuman yang dimaksud, pembeli lain memesan “ Kulo bir abang nggeh mas (saya bir merah ya mas-red). “O nggih”, jawab sang penjual juga.

Disebuah angkringan di salah satu jalan perintis kemerdekaan depan SMA 3 Boyolali ini, minuman Bir Plethok menjadi andalan minuman yang nikmat. Bir Plethok adalah sebuah racikan minuman berbahan secang dan perasa jeruk nipis. Kata sang penjual, bir kuning adalah Wedhang Secang dengan campuran jeruk nipis, sedangkan bir abang campuran jeruk nipisnya lebih sedikit. Bir Plethok atau racikan wedhang sedang merupakan salah satu racikan minuman tradisional khas yang mudah ditemui di Jawa Tengah. Minuman ini berasa segar dan dapat disajikan hangat atau dingin. Minuman ini juga berfungsi sebagai obat herbal yang baik untuk menjaga stamina maupun pereda batuk. Warna merahnya alami sehingga kayu secang dapat digunakan sebagai pewarna alami makanan atau minuman. Secang juga dapat digunakan sebagai bahan baku sirup, apalagi menggunakan gula semut, pasti lebih sehat.

Yang menarik lagi dari angkringan ini adalah, menyediakan sego kucing abang (nasi kucing beras merah). Biasanya angkringan hanya

menyediakan nasi putih sambel atau sego kucing sambel, nasi oseng, bakmi dan nasi goreng bungkus. Angkringan Ijo sengaja menyediakan sego kucing abang dari beras merah organik yang jauh lebih sehat yang hampir tidak bisa di jumpai di angkirngan manapun.

Sembari menikmati bir plethok, beberapa pembeli nampak menikmati nasi jagung dengan lauk tahu dan tempe bacem. Nasi jagung ini dibuat dari jagung unyil, yang merupakan jagung lokal tahan hama sehingga bebas dari siraman pestisida da pupuk kimia. Jagung unyil menjadi andalan masyarakat di Jawa untuk bahan baku makanan manusia karena rasanya yang manis dan jelas sehat.

Disudut lain nampak duduk lesehahan sekelompok pengunjung menikmati aneka cemilan dan wedhang cokelat orisinil, yaitu biji kakao sangrai yang ditumbuk dengan lumpang dan masih mengandung lemak cokelat sehingga nikmatnya luar biasa jika diseduh. Beberapa pengunjung ini nampak santai membicarakan rencana reuni akbar sekolah SMP-nya yang akan dilaksanakan beberapa bulan lagi.

Angkringan merupakan tempat dimana biasanya orang berkumpul santai malam hari. Didunia modern
konsep angkringan hampir mirip dengan kafe. Meskipun kini juga marah angkringan modern dengan konsep kafe yang mewah. Di tempat inilah biasanya orang berkumpul dan berkomunikasi. Tak jarang pula angkringan dijadikan tempat untuk berbincang bisnis, atau sekedar tempat mampir untuk mengisi perut lapar. 

Konsep tradisional angkringan sudah mestinya dijaga, terlebih jika angkringan menyajikan pangan tradisional “ndeso” yang sebenarnya sehat untuk dikonsumsi, meskipun saat ini aneka makanan dan minuman di angkringan sudah dimasuki oleh makanan dan minuman instan. Jika kita mampir ke angkringan, pilihlah angkringan yang menyediakan pilihan makanan dan minuman tradisional yang sehat. Terlebih terbuat dari bahan organik, agar badan kita tetap sehat dan lingkungan terjaga kelestarianya.

 

 

by -key-

 

Api dari Bokong Sapi

Seringkali kita merasa jijik jika mendengar kata “limbah”, padahal disisi lain limbah juga memberi manfaat besar bagi manusia. Seperti halnya kotoran ternak seperti kotoran sapi, kerbau, kuda, babi, ayam bahkan kotoran manusia dapat diolah menjadi energi terbarukan yang memberi manfaat lebih bagi kehidupan manusia.

Didesa identik dengan kawasan penghasil pangan dan ternak. Hampir seluruh karakteristik desa di bentangan katulistiwa ini memiliki kesamaan, yaitu terdapat banyak hewan ternak, salah satunya adalah sapi. Limbah sapi berupa kotoran padat dan air kencing merupakan bahan baku potensial untuk energi dan kelestarian lingkungan. Selama 24 jam setidaknya seekor sapi dapat menghasilkan 15-20 kg kotoran padat dan 8-10 liter limbah cair. Volume limbah berbeda di setiap tempat, tergantung jenis pakan dan jumlah yang diberikan. Limbah padat berupa kotoran dapat diubah menjadi sumber energi berupa biogas yang dapat digunakan untuk memasak dan penerangan di malam hari

“ Biogas adalah suatu gas yang dihasilkan dari proses anaerobik (fermentasi) bahan bahan organik seperti kotoran manusia, limbah rumah tangga dan juga kotoran hewan. Bahan yang sangat dibutuhkan dalam membuat biogas yaitu metana dan karbon dioksida yang terkandung di dalam bahan organik.”

Namun saat ini disayangkan, masih banyak petani pemilik ternak bahkan peternak yang belum memanfaatkan kotoran ini sebagai sumber energi. Sementara seringkali pula masyarakat kita gelisah ketika sumber energi berupa minyak maupun gas mengalami kelangkaan atau harga yang semakin naik. Sebenarnya instalasi pengubah (digester) kotoran sapi menjadi biogas bisa dibuat dengan bahan baku yang relatif murah. Selama ini kita sering terpancang dengan instalasi berbiaya besar, sehingga untuk memiliki digester ini tidak dapat dilakukan.

Ada beberapa manfaat biogas yang dapat kita rasakan, diantaranya adalah :

1.     Mengurangi penggunaan gas LPG. Gas metana yang dihasilkan kotoran di dalam biogas dapat digunakan sebagai pembakaran seperti halnya yang terdapat di dalam gas LPG.

2.     Lingkungan menjadi lebih bersih dan indah. Limbah sapi tidak berceceran yang dapat membuat pencemaran udara berupa bau tidak sedap.

3.     Menghemat biaya operasional rumah tangga, dengan mengganti bahan bakar minyak dan gas yang relatif lebih mahal dengan penggunaan biogas.

4.     Turunan limbah digester dari biogas dapat di manfaatkan sebagai pupul organik, baik yang berupa cair maupun padat bagi pertanian.

5.     Biogas dapat berkonstribusi untuk menurunkan emisi gas rumah kaca, pengurangan emisi ini terjadi karena kurangnya pemakaian bahan bakar minyak dan kayu.

6.     Dapat menjadi bahan bakar alternatif yang dapat menghasilkan listrik untuk menggantikan penggunaan solar. Bahan bakar biogas ini dapat menghasilkan sekitar 6000 watt per jamnya dengan menggunakan sekitar 1 meter kubik biogas.

7.     Biogas juga bermanfaat untuk mengurangi asap dan kadar karbon dioksida di udara.

Meskipun tidak memerlukan perawatan yang relatif besar, instalasi pengolah kotoran ternak ini juga memerlukan perawatan yang baik agar tetap terjaga kondisi fisiknya sehingga mampu berdaya guna secara maksimal. Biogas ini juga dapat dipindahkan kedalam media simpan lain, yaitu ban dalam mobil. Gas yang dipompa ke dalam ban dalam ini dapat dibawa kemana-mana. Hanya saja dengan volume yang terbatas ini kurang efektif karena hanya bisa digunakan kurang dari satu jam saja.

Masyarakat di pedesaan tidak perlu berkecil hati, sebab banyak potensi alternatif di desa yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dengan tidak mengeluarkan isi dompet secara berlebihan.

 

diolah dari berbagai sumber

by -key-

 

 

Kartini Berkubang Lumpur

Setiap tahun nama Kartini selalu disebut sebagai pejuang bangkitnya emansipasi kaum perempuan dinegeri ini. Seperti halnya Cut Nyak Dien, Nyi Ageng Serang, Cristina Marta Tiahahu dan sederet pejuang perempuan lain, mereka tidak punya niat untuk dikenang, apalagi dianggap sebagai pahlawan bangsa. Mereka hanya berjuang untuk memperoleh hak-hak bangsa ini agar tidak tertindas oleh siapapun. Tidak haus kekuasaan apalagi menebar pesona kewanitaan seperti halnya Ratu Cleopatra yang memikat kaum lelaki sampai para prajuritnyapun tergila-gila meski hanya diam.

Kartini bangkit atas kebekuan aturan untuk bisa sejajar dengan kaum lelaki yang dianggap selalu berada di atas angin untuk melakukan apapun yang dimau. Meskipun lelaki sebenarnya tidak bisa melakukan banyak hal tanpa perempuan.

Saat ini Kartini terlahir dengan dimensi yang berbeda. Kartini lahir dengan wujud prajurit, pendidik, pelipur lara, pengobat, penumbuh tanaman dan sederet status yang tak terhitung banyaknya. Bahkan kini Kartini telah banyak menjelma menjadi seorang yang lebih kuat dari lelaki. Meski ada dari alam yang berbeda Kartini harus tetap diam dirumah, menjaga kehormatan, menjaga pintu dan terbatas pada peran-peran yang berlebihan.

Didalam lumpur, Kartini bangkit dengan menyediakan benih, memilih, menyemai, menanam, merawat, memanen dan kemudian membuat benih kembali untuk ditanam. Meski tidak terlihat jelas, Kartini berperan mengambil keputusan dalam budidaya untuk menyediakan pangan bagi dunia.Kartini tahu betul apa yang harus ia lakukan agar tanah tetap bisa hidup, agar air tetap bisa mengalir, dan agar isi perut manusia tetap bisa terisi. Banyak orang tidak terlalu paham bahwa sebagian besar arsitek dari tanah yang tumbuh padi, lahan yang menghasilkan palawija, hutan yang lebat buah adalah hasil kerja dan olah pikir Kartini sembari memotong sayur, menanak nasi, dan menyajikannya di atas meja.

Dari dalam kamar menuju ke dapur dan kembali ke sisi meja makan, Kartini mengambil peran penting membuat keputusan apa yang akan disantap anak dan suaminya. Tak terhenti kerja domestik Kartini di dalam rumah. Diluar rumah Kartini berkumpul, bersosial dan ikut mewarnai kehidupan habitat manusia agar kelangsungan hidup manusia sebagai makluk sosial tetap terjaga.

Di desa Kartini bersimbah lumpur, bercampur debu dan tanah, berteman sapi dan kerbau, semuanya untuk menjaga agar manusia bisa tetap hidup. Ini baru sebagian peran Kartini dalam menghidupi alam dan seisinya. Kartini adalah sosok lembut. Namun kelembutan ini adalah sebuah kekuatan yang mampu menghancurkan dan menghilangkan gunung sekalipun, karang yang keras dan meredam api yang berkobar-kobar.

Hari ini adalah 21 April untuk kaum Kartini. Senyum, kelembutan, kasih sayang menjadi semangat bagi lelaki dan anak-anak untuk tetap bangkit meraih hidup, menjaga bumi tetap hijau, meredam amarah alam dan menabur kebajikan dari benih-benih yang engkau sediakan. Selamat Hari Kartini. Semoga Kartini tetap semangat untuk tetap mewarnai dunia yang makin tua.

by -key-

Gembili Enak

Dioscorea esculenta L.

Gembili (Dioscorea esculenta L., suku gadung-gadungan atau Dioscoreaceae) merupakan tanaman umbi-umbian yang sekarang sudah sulit dijumpai di pasar. Penanamannya masih cukup luas di pedesaan walaupun juga semakin terancam kelestariannya. Gembili menghasilkan umbi yang dapat dimakan. Umbi biasanya direbus dan bertekstur kenyal. Umbi gembili serupa dengan umbi gembolo, namun berukuran lebih kecil.

Tumbuhan gembili merambat dan rambatannya berputar ke arah kanan (searah jarum jam jika dilihat dari atas). Batangnya agak berduri.

Gembili dianggap sebagai tumbuhan berpotensi besar pada masa depan. Berbagai penelitian untuk melestarikan keragaman hayati dan pengolahan umbinya (dibuat menjadi etanol atau minuman beralkohol) telah dilakukan. Dalam bahasa Inggris gembili dikenal sebagai lesser yam. 

Klasifikasi ilmiah

Kingdom   :               Plantae

Divisi       :               Magnoliophyta

Kelas       :               Liliopsida

Ordo        :               Dioscoreales

Famili      :               Dioscoreaceae

Genus     :               Dioscorea

Spesies   :               D. esculenta  

Gembili merupakan salah satu jenis tanaman umbi yang menjadi salah satu makanan kegemaran di pedesaan. Ia memiliki buah serupa dengan ubi jalar yang berukuran satu kepalan orang dewasa. Kulitnya yang tipis dan berwarna coklat muda. Jenis umbi yang satu ini  enak jika dimakan dengan cara direbus atau dikukus dan menghasilkan tekstur yang gembur. Tidak seperti gadung yang beracun atau talas yang dapat membuat gatal sehingga aman untuk dikonsumsi. Ada beragam jenis di Indonesia yang cukup terkenal seperti gembili gajah, gembili ketan, srewot, dan wulung. Dia tumbuh secara merambat dengan batang berduri dan daun yang bewarna hijau. Meski banyak masyarakat yang menyukai gembili namun tanaman ini ditanam dengan jumlah yang terbatas karena umur panennya agak lama serta bibit yang tersedia juga terbatas. Umbi ini banyak ditemukan di Papua dengan masa panen 7 hingga 9 bulan. Penggunaannya pada suku Kanum bahkan digunakan sebagai mas kawin dalam melakukan pernikahan. Dengan kegunaannya sebagai mas kawin tersebut maka gembili merupakan sebuah tanaman yang begitu penting bagi suku kanum. 

Menanam gembili sama seperti melakukan budidaya pada ubi jalar yaitu pada guludan. Benihnya berupa umbi yang berukuran kecil atau sedang. Umbi yang akan ditanam biasanya ditanam dulu pada tempat yang terhindar dari jangkauan sinar matahari dan tempat yang sejuk.  Ketika sudah mulai ditanam dan disemai, akan mulai muncul tunas ketika musim penghujan. Tanaman gembili sudah dapat terlihat menyembul dari tanah antara 1 minggu hingga 10 hari.  Jika sudah menyembul petani mulai menyiapkan ajir yaitu belahan bambu atau dapat pula yang berasal dari ranting kayu dengan panjang kurang lebih 3 meter. Ajir dipasang dengan arah miring kesamping dengan bentuk segitiga. 

Berikut ini kandungan yang terdapat pada gembili per 100 gram dengan bagian yang dapat dimakan 85%.

•              Protein 1,5 gram

•              Lemak 0,1 gram

•              Energi 95 kilokalori

•              Karbohidrat 22,4 gram

•              Fosfor 49 miligram

•              Zat besi 1 miligram

•              Kalsium 14 miligram

•              Vitamin A sebanyak 0 IU

•              Vitamin C 4 miligram

•              Vitamin B1 0,,05 miligram 

Hasil penelitain pada tiap gembili dapat berbeda satu dengan yang lain karena ada beberapa faktor yang mempengaruhi. 

Gembili memiliki banyak manfaat bagi kesehatan sehari-hari manusia karena mengandung zat-zat penting. Beragam nutrisi yang terkandung dalam gembili dapat bermanfaat untuk :

1. Bahan pembuatan produk makanan

Gembili dapat digunakan sebagai bahan pembuatan mie instan, kerupuk atau bahkan kue. Selain itu gembili juga dapat digunakan sebagai makanan tambahan dan untuk diekstrak menjadi tepung. Gembili yang diekstrak dari tepung memiliki serat yang halus sehingga mudah untuk dicerna dan bagus untuk para penderita pencernaan. Makanan dari gembili tentu lebih sehat jika dibandingkan dengan jenis makanan praktis yang banyak beredar sekarang. Berbeda dengan gembili atau produk makanan tradisinal yang lain, makanan sekarang banyak mengandung beragam bahan kimia berbahaya dan dapat menginvasi kesehatan kita.

Tidak heran jika orang sekarang lebih banyak terkena penyakit jika dibandingkan dengan penduduk yang masih menggunakan bahan makan tradisional pada jaman dahulu. Gembili sendiri merupakan jenis makanan tradisional yang banyak dianggap sebagai makanan desa sehingga banyak yang merasa gengsi untuk memakannya. Namun meski demikian, gembili, memiliki begitu banyak manfaat bagi kesehatan kita sehingga tidak akan merugikan bagi mereka yang gemar mengonsumsinya.

2. Mengenyangkan Perut

Umbi gembili tidak hanya enak digunakan sebagai bahan pembuatan makanan melainkan juga dapat memberi efek kenyang pada pengonsumsinya. Meskipun rasa gembili tergolong pahit namun nyatanya, gembili dapat digunakan sebagai pengganti makanan pokok yang menyehatkan. 

3. Mengandung zat glucomannan

Zat yang satu ini menyatu dengan manfaat protein yang berperan untuk mengurangi kolesterol jahat dari dalam tubuh. Bukan hanya itu, keberadaan zat ini juga dapat digunakan meningkatkan kolesterol baik yang berguna bagi tubuh.

4. Pupuk hijau

Bukan hanya mengandung banyak khasiat yang baik bagi kesehatan, namun daun gembili juga dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman lain dengan dibuat pupuk hijau. Daun gembili dapat digunakan sebagai media tanam pada tanaman rimpang seperti lengkuas, jahe atau dapat pula pada tanaman hias seperti pakis, begonia dan wijayakusuma. 

Gembili adalah bahan makanan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia.  Gembili mengandung energi sebesar 95 kilokalori, protein 1,5 gram, karbohidrat 22,4 gram, lemak 0,1 gram, kalsium 14 miligram, fosfor 49 miligram, dan zat besi 1 miligram.  Selain itu di dalam Gembili juga terkandung vitamin A sebanyak 0 IU, vitamin B1 0,05 miligram dan vitamin C 4 miligram.  Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Gembili, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 85%. 

Gaya hidup yang terus berubah dan serba instan membuat panganan sehat semacam ini tersingkir. Meski dipasar tradisional masih dapat kita jumpai, namun seringkali tidak dilirik. Konsumen kini lebih tertarik dengan makanan olahan dengan variasi bentuk dan warna yang lebih mencolok.

Ayo lestarikan pangan tradisonal sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan, lingkungan dan kelestarian alam.

 

disarikan dari berbagai sumber

by -key-

 

 

 

Kartini dan Lumpur

Setiap tahun nama Kartini selalu disebut sebagai pejuang bangkitnya emansipasi kaum perempuan dinegeri ini. Seperti halnya Cut Nyak Dien, Nyi Ageng Serang, Cristina Marta Tiahahu dan sederet pejuang perempuan lain, mereka tidak punya niat untuk dikenang, apalagi dianggap sebagai pahlawan bangsa. Mereka hanya berjuang untuk memperoleh hak-hak bangsa ini agar tidak tertindas oleh siapapun. Tidak haus kekuasaan apalagi menebar pesona kewanitaan seperti halnya Ratu Cleopatra yang memikat kaum lelaki sampai para prajuritnyapun tergila-gila meski hanya diam.

Kartini bangkit atas kebekuan aturan untuk bisa sejajar dengan kaum lelaki yang dianggap selalu berada di atas angin untuk melakukan apapun yang dimau. Meskipun lelaki sebenarnya tidak bisa melakukan banyak hal tanpa perempuan.

Saat ini Kartini terlahir dengan dimensi yang berbeda. Kartini lahir dengan wujud prajurit, pendidik, pelipur lara, pengobat, penumbuh tanaman dan sederet status yang tak terhitung banyaknya. Bahkan kini Kartini telah banyak menjelma menjadi seorang yang lebih kuat dari lelaki. Meski ada dari alam yang berbeda Kartini harus tetap diam dirumah, menjaga kehormatan, menjaga pintu dan terbatas pada peran-peran yang berlebihan.

Didalam lumpur, Kartini bangkit dengan menyediakan benih, memilih, menyemai, menanam, merawat, memanen dan kemudian membuat benih kembali untuk ditanam. Meski tidak terlihat jelas, Kartini berperan mengambil keputusan dalam budidaya untuk menyediakan pangan bagi dunia. Kartini tahu betul apa yang harus ia lakukan agar tanah tetap bisa hidup, agar air tetap bisa mengalir, dan agar isi perut manusia tetap bisa terisi. Banyak orang tidak terlalu paham bahwa sebagian besar arsitek dari tanah yang tumbuh padi, lahan yang menghasilkan palawija, hutan yang lebat buah adalah hasil kerja dan olah pikir Kartini sembari memotong sayur, menanak nasi, dan menyajikannya di atas meja.

Dari dalam kamar menuju ke dapur dan kembali ke sisi meja makan, Kartini mengambil peran penting membuat keputusan apa yang akan disantap anak dan suaminya. Tak terhenti kerja domestik Kartini di dalam rumah. Diluar rumah Kartini berkumpul, bersosial dan ikut mewarnai kehidupan habitat manusia agar kelangsungan hidup manusia sebagai makluk sosial tetap terjaga.

Di desa Kartini bersimbah lumpur, bercampur debu dan tanah, berteman sapi dan kerbau, semuanya untuk menjaga agar manusia bisa tetap hidup. Ini baru sebagian peran Kartini dalam menghidupi alam dan seisinya. Kartini adalah sosok lembut. Namun kelembutan ini adalah sebuah kekuatan yang mampu menghancurkan dan menghilangkan gunung sekalipun, karang yang keras dan meredam api yang berkobar-kobar.

Hari ini adalah 21 April untuk kaum Kartini. Senyum, kelembutan, kasih sayang menjadi semangat bagi lelaki dan anak-anak untuk tetap bangkit meraih hidup, menjaga bumi tetap hijau, meredam amarah alam dan menabur kebajikan dari benih-benih yang engkau sediakan. Selamat Hari Kartini. Semoga Kartini tetap semangat untuk tetap mewarnai dunia yang makin tua.

by -key-

More Articles...

  1. Manfaat Ubi Ungu

Subcategories