Artikel

Kelompok Tani Rukun Jaya

Sejarah Kelompok Tani Rukun Jaya

        Kelompok Tani Rukun Jaya (KTRJ) berdiri sejak tahun 1985. Saat itu kelompok masih mengorganisir budidaya padi secara konvensional, yaitu menggunakan input berupa pupuk dan racun serangga.  Berjalannya waktu pupuk kimia tidak selalu tersedia dan harganya cenderung naik, demikian pula dengan racun serangga.

        Penggunaan pupuk dan racun kimia lambat laun berdampak pada kesuburan tanah dan mengganggu ekosistem lingkungan. Punahnya beberapa hewan menjadi salah satu indikasi bahwa tanah sudah tidak lagi menjadi tempat hidup yang layak bagi hewan yang juga berfungsi sebagai penyeimbang ekosistem.

  

Merasa prihatin dengan kondisi tersebut, pada tahun 2017 kelompok mengubah strategi budidaya dengan menggunakan budidaya ramah lingkungan atau kemudian disebut dengan sistem pertanian organik. Awalnya hanya 16 petani saja yang mengikuti jejak budidaya organik ini dengan luas lahan 5 ha. Setelah mengetahui bahwa budidaya organik sangat menguntungkan dari segala aspek, saat ini anggota cenderung bertambah dan luasan sawah yang sudah organik ini mencapai 10 ha.

Kelompok Tani Rukun Jaya (KTRJ) secara hukum memiliki akta pendirian dengan nomor 160 yang di sahkan pada tanggal 21 Agustus 2015 serta memiliki pengesahan Kemenkum HAM nomor AHU-0015678. AH.01.07/TAHUN 2016. Aktivitas KTRJ meluas dengan melakukan berbagai kegiatan sehingga akhirnya KTRJ mendapatkan pengakuan dari pemerintah Kabupaten Ngawi dengan nomor 188/0589/404.206/2007

        Anggota KTRJ sesungguhnya berjumlah 238 petani, namun belum semua menerapkan pertanian organik. Baru 26 anggota yang benar-benar menerapkan pertanian ramah lingkungan ini. 

Visi

Kemandirian petani untuk mencapai kesejehteraan serta terciptanya pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan.

 

Misi

1.    Mengajak petani mandiri benih, pupuk, pengendalian OPT, serta pasca panen.

2.    Mengajak petani menjaga kelestarian alam serta terciptanya pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan.

3.    Mengajak petani menciptakan produk pangan sehat.

               

Struktur Organisasi

Ketua                    Lasmiatun

Sekretaris              Risky Syahrirul Barokah

Bendahara             Adris Supriyadi

1.  Bidang Tanaman Pangan         Heri suprapto

     Tanaman Perkebunan             Ngadimin

     Peternakan                            Gito Susanto

     Perikanan                              Bambang

 

2.  Internal Control System (ICS)

Kordinator :  Risky Syahrirul B

a.  Komisi Persetujuan :    Anton Supriyanto; Bari

b.  Petugas Budidaya   :    Eko Budi Riyanto; Ngadimin

c.   Petugas Penyuluhan :  Cahyani; Suharyanto, Triyono

d.  Petugas Pembelian

     dan Gudang :                         Tarto; Joko Purnomo; Arif Budi S

e.  Petugas Pengemasan :            Kasno; Riyono.

f.   Instpektor Internal :               Joko Purwanto; Nurtanto; Harwaji

g.  Petugas Penjualan :                Darwati; Lasmiatun; Fitri Puji Susanti

 

Produk yang dihasilkan

       Produk utama yang dihasilkan berupa beras organik yang sudah bersertifikasi dari Lessos dengan Nomor SNI : 6729-2016 No. Reg : 324-LSO-005-IDN-10-19.

       Jenis beras yang dihasilkan antara lain :

1.    Mentik Wangi (Menwa)

2.    Mentik Susu (Mensu)

3.    Beras Coklat (Brown Rice )

4.    Beras Hitam (Rashit)

5.    Beras Merah (Rasmer)

6.    Beras Campur (Mix Rice)

7.    Beras Ciherang (Berang)

 

        Selain menghasilkan produk berupa beras, kelompok juga memproduksi kebutuhan budidaya padi berupa :

1.    Benih padi

2.    Mikroorganisme lokal (MOL)

3.    Pupuk organik

4.    Pestisida nabati

5.    Perbanyakan agen hayati

 

        Beberapa anggota kelompok telah memiliki keahlian dalam hal teknis budidaya dan untuk menularkan pengalaman serta keahlian tersebut kelompok menerima permintaan menjadi narasumber pelatihan budidaya organik maupun konsultasi.

 

Kegiatan Kelompok Tani Rukun Jaya

        Kegiatan-kegiatan kelompok yang sudah dilaksanakan selama ini antara lain :

1.    Pertemuan rutin yang membahas persoalan terkait budidaya dan organisasi

2.    Pelatihan pembuatan Mol, pupuk organik dan pestisida nabati

3.    Pembuatan benih unggul yang dapat dibeli oleh anggota kelompok maupun dari luar kelompok

4.    Pengorganisasian persiapan tanam, penanaman dan pengairan

5.    Penyediaan kebutuhan budidaya bagi petani

6.    Menerima kunjungan dari berbagai pihak

7.    Kordinasi pengendalian organisme penggangu tanaman

8.    Kordinasi

 

 -- key --

Beras Merah Putih Andalan Kaseri

Tidak banyak orang mengenal beras merah putih. Beras merah putih ada beras yang dalam butiran tersebut terdapat warna merah dan putih. Tidak diketahui  pasti kapan jenis padi merah putih ini ada. Sebuah situs menyebutkan bahwa beras putih ini pernah ditemukan oleh Adjie Koesoemo dan Hertanto dari reruntuhan sebuah candi d Klaten pada 16 Februari 2006 silam. Diduga beras ini berasal dari abad ke 7. Saat itu ditemukan 160 butir beras dan kemudian dibungkus sekam untuk dikembangkan di Banyumas. Setelah panen diperoleh 2.411 butir gabah dan pada generasi kedua suda dikembangkan di Banjarnegara, Pati, Kediri, Sumenep, Bantul, Sumatera, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua. Gdenerasi pertama beras merah putih ini kemudian diberi nama Merah Putih RI-1.

 

Di Ngawi terdapat satu petani yang mengembangkan beras merah putih ini. Ia adalah Kaseri, seorang petani organic yang beralamat di Dusun Pilang Payung II/2 Desa Geneng Kecamatan Geneng Ngawi. Selain bertani secara individu, Kaseri mempimpin sebuah kelompok tani bernama Margo Tani yang bersekretariat di rumahnya.

Kaseri menanam jenis padi yang kemudian menjadi beras sintanur, beras cokelat, beras merah putih, beras merah, dan beras hitam yang dikemas dengan nama ”ENKA” . Dengan luas lahan 3 hektar kasseri berbudidaya secara semi organic. Budidaya ini dilakukan untuk menopang budidaya organic di lahan seluas 1 hektar. Dari lahan padi sehat Kaseri mendapatkan panen beras rata-rata 8,5 ton, sedangkan dilahan organic diperoleh panen sebesar 7 ton.

Beras merah putih yang di produksi Kaseri juga diproduksi untuk benih dan baru dijual untuk skala dan pembeli yang terbatas. Beberapa referensi menyebutkan bahwa beras merah putih memiliki  kandungan gizi cukup tinggi yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh. Itulah mengapa beras ini bagi Kaseri menjadi beras yang diandalkan.

 

--key--

Subcategories