Artikel

Gembili Enak

Dioscorea esculenta L.

Gembili (Dioscorea esculenta L., suku gadung-gadungan atau Dioscoreaceae) merupakan tanaman umbi-umbian yang sekarang sudah sulit dijumpai di pasar. Penanamannya masih cukup luas di pedesaan walaupun juga semakin terancam kelestariannya. Gembili menghasilkan umbi yang dapat dimakan. Umbi biasanya direbus dan bertekstur kenyal. Umbi gembili serupa dengan umbi gembolo, namun berukuran lebih kecil.

Tumbuhan gembili merambat dan rambatannya berputar ke arah kanan (searah jarum jam jika dilihat dari atas). Batangnya agak berduri.

Gembili dianggap sebagai tumbuhan berpotensi besar pada masa depan. Berbagai penelitian untuk melestarikan keragaman hayati dan pengolahan umbinya (dibuat menjadi etanol atau minuman beralkohol) telah dilakukan. Dalam bahasa Inggris gembili dikenal sebagai lesser yam. 

Klasifikasi ilmiah

Kingdom   :               Plantae

Divisi       :               Magnoliophyta

Kelas       :               Liliopsida

Ordo        :               Dioscoreales

Famili      :               Dioscoreaceae

Genus     :               Dioscorea

Spesies   :               D. esculenta  

Gembili merupakan salah satu jenis tanaman umbi yang menjadi salah satu makanan kegemaran di pedesaan. Ia memiliki buah serupa dengan ubi jalar yang berukuran satu kepalan orang dewasa. Kulitnya yang tipis dan berwarna coklat muda. Jenis umbi yang satu ini  enak jika dimakan dengan cara direbus atau dikukus dan menghasilkan tekstur yang gembur. Tidak seperti gadung yang beracun atau talas yang dapat membuat gatal sehingga aman untuk dikonsumsi. Ada beragam jenis di Indonesia yang cukup terkenal seperti gembili gajah, gembili ketan, srewot, dan wulung. Dia tumbuh secara merambat dengan batang berduri dan daun yang bewarna hijau. Meski banyak masyarakat yang menyukai gembili namun tanaman ini ditanam dengan jumlah yang terbatas karena umur panennya agak lama serta bibit yang tersedia juga terbatas. Umbi ini banyak ditemukan di Papua dengan masa panen 7 hingga 9 bulan. Penggunaannya pada suku Kanum bahkan digunakan sebagai mas kawin dalam melakukan pernikahan. Dengan kegunaannya sebagai mas kawin tersebut maka gembili merupakan sebuah tanaman yang begitu penting bagi suku kanum. 

Menanam gembili sama seperti melakukan budidaya pada ubi jalar yaitu pada guludan. Benihnya berupa umbi yang berukuran kecil atau sedang. Umbi yang akan ditanam biasanya ditanam dulu pada tempat yang terhindar dari jangkauan sinar matahari dan tempat yang sejuk.  Ketika sudah mulai ditanam dan disemai, akan mulai muncul tunas ketika musim penghujan. Tanaman gembili sudah dapat terlihat menyembul dari tanah antara 1 minggu hingga 10 hari.  Jika sudah menyembul petani mulai menyiapkan ajir yaitu belahan bambu atau dapat pula yang berasal dari ranting kayu dengan panjang kurang lebih 3 meter. Ajir dipasang dengan arah miring kesamping dengan bentuk segitiga. 

Berikut ini kandungan yang terdapat pada gembili per 100 gram dengan bagian yang dapat dimakan 85%.

•              Protein 1,5 gram

•              Lemak 0,1 gram

•              Energi 95 kilokalori

•              Karbohidrat 22,4 gram

•              Fosfor 49 miligram

•              Zat besi 1 miligram

•              Kalsium 14 miligram

•              Vitamin A sebanyak 0 IU

•              Vitamin C 4 miligram

•              Vitamin B1 0,,05 miligram 

Hasil penelitain pada tiap gembili dapat berbeda satu dengan yang lain karena ada beberapa faktor yang mempengaruhi. 

Gembili memiliki banyak manfaat bagi kesehatan sehari-hari manusia karena mengandung zat-zat penting. Beragam nutrisi yang terkandung dalam gembili dapat bermanfaat untuk :

1. Bahan pembuatan produk makanan

Gembili dapat digunakan sebagai bahan pembuatan mie instan, kerupuk atau bahkan kue. Selain itu gembili juga dapat digunakan sebagai makanan tambahan dan untuk diekstrak menjadi tepung. Gembili yang diekstrak dari tepung memiliki serat yang halus sehingga mudah untuk dicerna dan bagus untuk para penderita pencernaan. Makanan dari gembili tentu lebih sehat jika dibandingkan dengan jenis makanan praktis yang banyak beredar sekarang. Berbeda dengan gembili atau produk makanan tradisinal yang lain, makanan sekarang banyak mengandung beragam bahan kimia berbahaya dan dapat menginvasi kesehatan kita.

Tidak heran jika orang sekarang lebih banyak terkena penyakit jika dibandingkan dengan penduduk yang masih menggunakan bahan makan tradisional pada jaman dahulu. Gembili sendiri merupakan jenis makanan tradisional yang banyak dianggap sebagai makanan desa sehingga banyak yang merasa gengsi untuk memakannya. Namun meski demikian, gembili, memiliki begitu banyak manfaat bagi kesehatan kita sehingga tidak akan merugikan bagi mereka yang gemar mengonsumsinya.

2. Mengenyangkan Perut

Umbi gembili tidak hanya enak digunakan sebagai bahan pembuatan makanan melainkan juga dapat memberi efek kenyang pada pengonsumsinya. Meskipun rasa gembili tergolong pahit namun nyatanya, gembili dapat digunakan sebagai pengganti makanan pokok yang menyehatkan. 

3. Mengandung zat glucomannan

Zat yang satu ini menyatu dengan manfaat protein yang berperan untuk mengurangi kolesterol jahat dari dalam tubuh. Bukan hanya itu, keberadaan zat ini juga dapat digunakan meningkatkan kolesterol baik yang berguna bagi tubuh.

4. Pupuk hijau

Bukan hanya mengandung banyak khasiat yang baik bagi kesehatan, namun daun gembili juga dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman lain dengan dibuat pupuk hijau. Daun gembili dapat digunakan sebagai media tanam pada tanaman rimpang seperti lengkuas, jahe atau dapat pula pada tanaman hias seperti pakis, begonia dan wijayakusuma. 

Gembili adalah bahan makanan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia.  Gembili mengandung energi sebesar 95 kilokalori, protein 1,5 gram, karbohidrat 22,4 gram, lemak 0,1 gram, kalsium 14 miligram, fosfor 49 miligram, dan zat besi 1 miligram.  Selain itu di dalam Gembili juga terkandung vitamin A sebanyak 0 IU, vitamin B1 0,05 miligram dan vitamin C 4 miligram.  Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Gembili, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 85%. 

Gaya hidup yang terus berubah dan serba instan membuat panganan sehat semacam ini tersingkir. Meski dipasar tradisional masih dapat kita jumpai, namun seringkali tidak dilirik. Konsumen kini lebih tertarik dengan makanan olahan dengan variasi bentuk dan warna yang lebih mencolok.

Ayo lestarikan pangan tradisonal sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan, lingkungan dan kelestarian alam.

 

disarikan dari berbagai sumber

by -key-

 

 

 

Kartini Berkubang Lumpur

Setiap tahun nama Kartini selalu disebut sebagai pejuang bangkitnya emansipasi kaum perempuan dinegeri ini. Seperti halnya Cut Nyak Dien, Nyi Ageng Serang, Cristina Marta Tiahahu dan sederet pejuang perempuan lain, mereka tidak punya niat untuk dikenang, apalagi dianggap sebagai pahlawan bangsa. Mereka hanya berjuang untuk memperoleh hak-hak bangsa ini agar tidak tertindas oleh siapapun. Tidak haus kekuasaan apalagi menebar pesona kewanitaan seperti halnya Ratu Cleopatra yang memikat kaum lelaki sampai para prajuritnyapun tergila-gila meski hanya diam.

Kartini bangkit atas kebekuan aturan untuk bisa sejajar dengan kaum lelaki yang dianggap selalu berada di atas angin untuk melakukan apapun yang dimau. Meskipun lelaki sebenarnya tidak bisa melakukan banyak hal tanpa perempuan.

Saat ini Kartini terlahir dengan dimensi yang berbeda. Kartini lahir dengan wujud prajurit, pendidik, pelipur lara, pengobat, penumbuh tanaman dan sederet status yang tak terhitung banyaknya. Bahkan kini Kartini telah banyak menjelma menjadi seorang yang lebih kuat dari lelaki. Meski ada dari alam yang berbeda Kartini harus tetap diam dirumah, menjaga kehormatan, menjaga pintu dan terbatas pada peran-peran yang berlebihan.

Didalam lumpur, Kartini bangkit dengan menyediakan benih, memilih, menyemai, menanam, merawat, memanen dan kemudian membuat benih kembali untuk ditanam. Meski tidak terlihat jelas, Kartini berperan mengambil keputusan dalam budidaya untuk menyediakan pangan bagi dunia.Kartini tahu betul apa yang harus ia lakukan agar tanah tetap bisa hidup, agar air tetap bisa mengalir, dan agar isi perut manusia tetap bisa terisi. Banyak orang tidak terlalu paham bahwa sebagian besar arsitek dari tanah yang tumbuh padi, lahan yang menghasilkan palawija, hutan yang lebat buah adalah hasil kerja dan olah pikir Kartini sembari memotong sayur, menanak nasi, dan menyajikannya di atas meja.

Dari dalam kamar menuju ke dapur dan kembali ke sisi meja makan, Kartini mengambil peran penting membuat keputusan apa yang akan disantap anak dan suaminya. Tak terhenti kerja domestik Kartini di dalam rumah. Diluar rumah Kartini berkumpul, bersosial dan ikut mewarnai kehidupan habitat manusia agar kelangsungan hidup manusia sebagai makluk sosial tetap terjaga.

Di desa Kartini bersimbah lumpur, bercampur debu dan tanah, berteman sapi dan kerbau, semuanya untuk menjaga agar manusia bisa tetap hidup. Ini baru sebagian peran Kartini dalam menghidupi alam dan seisinya. Kartini adalah sosok lembut. Namun kelembutan ini adalah sebuah kekuatan yang mampu menghancurkan dan menghilangkan gunung sekalipun, karang yang keras dan meredam api yang berkobar-kobar.

Hari ini adalah 21 April untuk kaum Kartini. Senyum, kelembutan, kasih sayang menjadi semangat bagi lelaki dan anak-anak untuk tetap bangkit meraih hidup, menjaga bumi tetap hijau, meredam amarah alam dan menabur kebajikan dari benih-benih yang engkau sediakan. Selamat Hari Kartini. Semoga Kartini tetap semangat untuk tetap mewarnai dunia yang makin tua.

by -key-

Manfaat Ubi Ungu

Siapa sangka ubi ungu yang dulu dianggap makanan ‘kampung’ ternyata kini dianggap sebagai makanan ‘super’ oleh ilmuwan Amerika. Soyoung Lim, peneliti dari Universitas Negara Bagian Kansas, Amerika Serikat, menuturkan bahwa pigmen warna dalam ubi ungu mengandung antosianin, yang dapat menurunkan risiko kanker dan bahkan memperlambat beberapa jenis penyakit. “Warna merupakan bagian yang sangat penting karena warna ungu menjadi indikasi jumlah antosianin dalam ubi,” katanya

Para ilmuwan menggunakan dua jenis antosianin untuk mengobati kanker usus besar dan mendapati bahwa pigmen tersebut mampu memperlambat pertumbuhan sel kanker. Antosianin yang menghasilkan warna merah, biru atau ungu pada berbagai jenis makanan juga bisa ditemukan di blueberry, anggur merah dan kol merah namun ubi ungu memiliki konsentrasi tertinggi zat ini dibanding spesies umbi-umbian lainnya. Dr Weiqun Wang mengatakan ubi ungu tidak hanya bagus untuk mencegah kanker namun juga memiliki manfaat lain seperti antioksidan. Hal ini juga diamini oleh Prof. Dr. Ahmad Sulaeman, ahli pangan dari Institut Pertanian Bogor. Menurutnya, ubi ungu mengandung antosianin yang termasuk antioksidan dan kandungan karoten yang tinggi. Prof. Ahmad mengatakan jika seseorang makan satu ubi rebus maka kebutuhan vitamin A orang tersebut sudah terpenuhi.

Selain itu ubi ungu juga memiliki nilai indeks glikemik yang rendah sehingga cocok untuk penderita diabetes atau orang yang sedang diet karena bisa menahan lapar lebih lama. Kandungan vitamin C dalam ubi juga cukup tinggi dan jenis proteinnya termasuk yang mudah dicerna sehingga daya serapnya tinggi. Ubi juga mengandung prebiotik, yaitu oligosakarida yang penting sebagai makanan bagi kuman baik yang ada di dalam tubuh, tambahnya. Ubi ungu unggul dibanding jenis ubi lainnya karena mengandung beta karoten sebesar 9.900 mg per 100 gr (ubi putih 260 mg dan ubi kuning 2900 mg) mengalahkan tomat dan buah bit. Kandungan gizi ubi ungu lainnya selain karbohidrat antara lain Zn, K, Mg, Cu, lisin, vitamin C, B1, mineral, lemak, protein, dan serat. Ubi ungu juga mengandung senyawa lutein dan zeaxanthin, pasangan antioksidan karotenoid yang memiliki peran penting menghalangi perusakan sel. Berikut adalah manfaat kesehatan ubi ungu selengkapnya:

  1. Melancarkan aliran darah Zat antosianin (pigmen warna ungu) merupakan zat antioksidan yang mampu menyerap polusi udara dan menghambat pembekuan darah sehingga aliran darah menjadi lancar.
  2. Mencegah kanker Kandungan betakaroten, vitamin C, dan E dapat berfungsi sebagai antioksidan yang mencegah pertumbuhan sel-sel kanker dan berbagai penyakit kardiovaskuler.
  3. Melancarkan pencernaan Serat dan pektin yang ada dalam ubi jalar ungu mampu melancarkan pencernaan sehingga gangguan pencernaan seperti sembelit dan wasir bisa diatasi.
  4. Antioksidan Antosianin pada ubi jalar ungu ini juga memiliki fungsi sebagai antioksidan, anti-kanker, anti-bakteri, serta melindungi terhadap kerusakan hati, serangan stroke, hingga penyakit jantung.
  5. Anti-kanker Zat selenium dan iodin dalam ubi jalar ungu 20 kali lebih tinggi dari ubi lain sehingga bisa menjadi sel anti-kanker.
  6. Anti-bakteri Aktivitas anti-bakteri dalam ubi jalar ungu 3,2 kali lebih tinggi dibanding berbagai varietas blueberry.
  7. Sumber karbohidrat Kandungan karbohidrat yang tinggi dalam ubi jalar ungu ini bisa dijadikan alternatif sebagai pengganti nasi. Selain itu warna ungu ubi ini juga bisa dijadikan pewarna alami makanan.

Bersama dengan Kelompok Wanita Tani, kami menyediakan berbagai tepung umbi, seperti umbi putih, umbi kuning, umbi ungu, umbi garut, umbi singkong. Selain itu juga tersedia tepung Mocaf, tepung pisang, tepung suwek dan tepung ganyong. Aneka tepung ini dapat digunakan untuk membuat beraneka olahan makanan sesuai dengan kreasi yang kita miliki. *

  

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/surpree/ubi-ungu-makanan-super-anti-kanker-antioksidan-dan-anti-bakteri-yang-kaya-manfaat_551f8412a333118940b65b6c

* Ini merupakan upaya bersama dengan kelompok tani untuk menyediakan pangan sehat

Kartini dan Lumpur

Setiap tahun nama Kartini selalu disebut sebagai pejuang bangkitnya emansipasi kaum perempuan dinegeri ini. Seperti halnya Cut Nyak Dien, Nyi Ageng Serang, Cristina Marta Tiahahu dan sederet pejuang perempuan lain, mereka tidak punya niat untuk dikenang, apalagi dianggap sebagai pahlawan bangsa. Mereka hanya berjuang untuk memperoleh hak-hak bangsa ini agar tidak tertindas oleh siapapun. Tidak haus kekuasaan apalagi menebar pesona kewanitaan seperti halnya Ratu Cleopatra yang memikat kaum lelaki sampai para prajuritnyapun tergila-gila meski hanya diam.

Kartini bangkit atas kebekuan aturan untuk bisa sejajar dengan kaum lelaki yang dianggap selalu berada di atas angin untuk melakukan apapun yang dimau. Meskipun lelaki sebenarnya tidak bisa melakukan banyak hal tanpa perempuan.

Saat ini Kartini terlahir dengan dimensi yang berbeda. Kartini lahir dengan wujud prajurit, pendidik, pelipur lara, pengobat, penumbuh tanaman dan sederet status yang tak terhitung banyaknya. Bahkan kini Kartini telah banyak menjelma menjadi seorang yang lebih kuat dari lelaki. Meski ada dari alam yang berbeda Kartini harus tetap diam dirumah, menjaga kehormatan, menjaga pintu dan terbatas pada peran-peran yang berlebihan.

Didalam lumpur, Kartini bangkit dengan menyediakan benih, memilih, menyemai, menanam, merawat, memanen dan kemudian membuat benih kembali untuk ditanam. Meski tidak terlihat jelas, Kartini berperan mengambil keputusan dalam budidaya untuk menyediakan pangan bagi dunia. Kartini tahu betul apa yang harus ia lakukan agar tanah tetap bisa hidup, agar air tetap bisa mengalir, dan agar isi perut manusia tetap bisa terisi. Banyak orang tidak terlalu paham bahwa sebagian besar arsitek dari tanah yang tumbuh padi, lahan yang menghasilkan palawija, hutan yang lebat buah adalah hasil kerja dan olah pikir Kartini sembari memotong sayur, menanak nasi, dan menyajikannya di atas meja.

Dari dalam kamar menuju ke dapur dan kembali ke sisi meja makan, Kartini mengambil peran penting membuat keputusan apa yang akan disantap anak dan suaminya. Tak terhenti kerja domestik Kartini di dalam rumah. Diluar rumah Kartini berkumpul, bersosial dan ikut mewarnai kehidupan habitat manusia agar kelangsungan hidup manusia sebagai makluk sosial tetap terjaga.

Di desa Kartini bersimbah lumpur, bercampur debu dan tanah, berteman sapi dan kerbau, semuanya untuk menjaga agar manusia bisa tetap hidup. Ini baru sebagian peran Kartini dalam menghidupi alam dan seisinya. Kartini adalah sosok lembut. Namun kelembutan ini adalah sebuah kekuatan yang mampu menghancurkan dan menghilangkan gunung sekalipun, karang yang keras dan meredam api yang berkobar-kobar.

Hari ini adalah 21 April untuk kaum Kartini. Senyum, kelembutan, kasih sayang menjadi semangat bagi lelaki dan anak-anak untuk tetap bangkit meraih hidup, menjaga bumi tetap hijau, meredam amarah alam dan menabur kebajikan dari benih-benih yang engkau sediakan. Selamat Hari Kartini. Semoga Kartini tetap semangat untuk tetap mewarnai dunia yang makin tua.

by -key-

Subcategories