About Us

Jaringan Kerja Pertanian Organik

Jaker PO didirikan oleh beberapa organisasi non pemerintah (ornop) yang peduli dengan masalah pertanian di Indonesia. Kesepakatan beberapa ornop yang bertemu di Yogyakarta memutuskan untuk membentuk sebuah jaringan yang bernama jaringan Pertanian Organik Indonesia (Jaker PO) pada tanggal 10 September 1998. Saat ini terdapat 45 anggota Jaker PO aktif dan beberapa yang menjadi pendukung gerakan Pertanian Organik (PO) di Indonesia.

Jaker PO berfungsi sebagai system pendukung gerakan PO di Indonesia. Dalam menjalankan fungsinya, Jaker PO melakukan advokasi kebijakan, dukungan bagi gerakan PO di tingkat basis dan mengembangkan jaringan untuk mendukung kegiatan anggota.

Pada awal dan perkembangan Jaker PO, anggota adalah organisasi non pemerintah (ornop) dan kelompok tani. Hal ini memang karena pada saat itu gerakan PO lebih banyak dilakukan oleh Ornop dan Kelompok Tani. Pemilihan kedua macam organisasi ini adalah untuk memulai gerakan PO setelah sukses mereka menjalankan pertanian berkelanjutan. Anggota Jaker PO pada Rapat Umum Anggota 2005, memutuskan supaya keanggotaan diperluas ke sektor swasta. Dengan penambahan anggota ke sektor swasta diharapkan akan memperluas gerakan PO di Indonesia.

Karakteristik anggota Jaker PO (terutama ornop) ada dua bagian besar, ornop yang langsung bekerja dengan petani untuk mengembangkan PO di wilayah masing-masing, dan ornop yang selain melakukan pengorganisasian PO juga melakukan advokasi. Hal ini menjadi kekuatan Jaker PO yang bukan hanya melakukan budidaya, tetapi juga advokasi terhadap kebijakan pertanian di Indonesia. 

Dewasa ini anggota Jaker PO ada sekitar 45 organisasi. Sebelumnya memiliki lebih dari 60 anggota, setelah diklarifikasi, maka jumlah anggota menjadi 45 organisasi. Penambahan anggota bisa terjadi setiap saat karena Jaker PO membuka kesempatan kepada Ornop, Kelompok Tani dan Swasta untuk menjadi anggota. Wilayah kerja Jaker PO sebagai organisasi payung nasional, adalah di seluruh Indonesia. Anggota tersebar mulai di Sumatera, Jawa, Bali, NTB, Kalimantan, sementara kami masih mendorong Ornop, Kelompok Tani dan sektor swata di wilayah lain untuk menjadi anggota Jaker PO.

Komoditi yang dikembangkan oleh anggota beragam, mulai dari komoditi pangan sampai perkebunan, hal ini tergantung dari wilayah yang ada. Kegiatan beragam, mulai dari budidaya, penanganan pasca panen, pemasaran dan advokasi, sehingga cakupan kerja Jaker PO cukup luas untuk mendukung anggota berkembang.

Jaker PO saat ini tidak masuk dalam usaha sertifikasi organik,karena saat ini kebanyakan anggota Jaker PO mendampingi petani kecil,sehingga pada saat ini adalah bagaimana mengembangkan ICS (internal control system) untuk petani dalam usaha menyiapkan sertifikasi. Sertifikasi organik saat ini masih cukup mahal bagi petani, usaha Jaker PO adalah untuk bisa mendapatkan model sertifikasi lainnya untuk membantu petani mengembangkan produk, lingkungan dan pasar (mis; sertifikasi Fair Trade). Sertifikasi berdasarkan kebutuhan, terutama untuk produk komoditi non pangan. Penanganan sertifikasi bisa diatasi dengan membangun komunikasi antara produsen dan konsumen.

Jaker PO lebih berusaha mengembangkan standar PO. Standar POini mengacu kepada standar PO dari IFOAM yang dikembangkan dan disesuaikan dengan kondisi pertanian dan wilayah di Indonesia. Usaha Jaker PO adalah untuk mencantumkan logo Jaker PO bagi anggota yang sudah memenuhi standar PO milik JakerPO. Usaha ini adalah dalam rangka pengembangkan standar dan memberikan informasi kepada konsumen bahwa produk yang dihasilkan oleh anggota Jaker PO telah memenuhi standar yang sudah disepakati bersama.

 

MOTIVASI MEMBANGUN ORGANISASI

Motivasi pembentukan Jaker PO sebagai jaringan nasional adalah untuk mendorong dan mengkampanyekan pertanian organik di tingkat basis bekerjasama dengan anggota Jaker PO yang tersebar di berbagai daerah. Pertanian organik menjadi jawaban untuk mengatasi kerusakan dunia pertanian yang akut akibat revolusi hijau yang telah merusak lahan pertanian dan lingkungan.

Pertanian organik saat ini menjadisebuah trend, Jaker PO tidak berharap untuk mengikuti trend, tetapi lebih pada kesadaran bagaimana mengembalikan lingkungan alam menjadi lebih baik dengan memanfaatkan tehnologipertanian yang bersahabat dengan alam.

Dengan adanya Jaker PO diharapkan bisa membantu dalam bekerjasama mendorong petani untuk kembali memperdalam pengetahuan nenek moyang dalam mengembangkan pertanian. Gerakan pertanian organik yang tersebar di berbagai daerah membutuhkan sebuah jaringan yang berfungsi untuk membangun kekuatan bersama dengan kegiatan-kegiatan di lapangan, advokasi kebijakan, kampanye dan promosi. Jaringan memfungsikan dirinya sebagai support system dari gerakan PO yang tersebar di berbagai daerah.

Sebagai organisasi payung, Jaker PO menjalankan berbagai isu yang berkaitan dengan pertanian organik. Isu yang dijalankan adalah berskala nasional dan mendukung isu di tingkat lokal. Jaker PO berusaha membangun gerakan PO mulai dari bawah dan menciptakan perwilayahan karena kondisi Indonesia yang berupa kepulauan.Hal ini untuk mempermudah komunikasi anggota dan dalam usaha menjalankan misi dan visi Jaker PO di tingkat wilayah kerja masing-masing.

 

TUJUAN ORGANISASI

  1. Meningkatkan kredibilitas Jaker PO baik ke dalam dan keluar
  2. Memperluas dukungan bagi gerakan pertanian organik di tingkat basis
  3. Memperkuat dukungan gerakan dan kebijakan pertanian organik yang berpihak kepada petani

 

Jaker PO berfungsi sebagai sistem pendukung yang pro aktif terhadap gerakan pertanian organik Indonesia

Visi JAKER PO adalah terciptanya keselarasan alam dan masyarakat yang berdaulat, mandiri, demokratis, berkeadilan dan berkelanjutan 

Misi Jaker PO  adalah  mendorong upaya–upaya masyarakat membangun Indonesia yang organis berbasis sumber daya lokal yang berkeadilan gender melalui pertanian organik

 

CITA-CITA

Terwujudnya lingkungan alam yang sehat yang menghasilkan produk sehat untuk keluarga petani dan konsumen yang diusahakan dengan menjaga keselarasan alam dan meningkatnya kesetaraan gender dalam usaha pertanian.

 

PENDEKATAN

Sebagai jaringan nasional yang memiliki anggota ditingkat lokal, Jaker PO tidak bekerja langsung dengan petani. Jaker PO bekerjasama dengan anggota untuk menjalankan  kegiatan  di  tingkat  lokal.  Kerjasama  langsung  dengan  petani dilakukan oleh anggota Jaker PO, dengan begitu tidak terjadi tumpang tindih kerja dilapangan antara Jaker PO dan anggotanya.

Jaker PO adalah support system untuk anggota dan non anggota yang sedang menjalankan kegiatan di bidang pertanian organik. Sebagai organisasi PO, maka Jaker PO tidak berfokus pada isu PO saja, karena banyak isu lain yang bersinggungan dengan PO, misalnya anti-GMO, anti-privatisasi air, dan isu lain yang berhubungan dengan usaha pertanian yang bersahabat dengan alam.

 

PRINSIP-PRINSIP

  1. Harmoni dengan alam

Jaker PO mengembangkan PO untuk mewujudkan keharmonisan alam, dimana seluruh kehidupan yang ada bisa terjaga dengan baik dan memperbaiki lingkungan pertanian yang sudah rusak sehingga bisa membantu konservasi lingkungan. Jaker PO juga mendukung keseimbangan alam, dimana binatang yang seharusnya berada di lingkungan sekitar tidak terganggu dan pengembangan lingkungan supaya semua mahkluk hidup bisa tumbuh bersama (eco-friendlyapproach)

2. Keadilan Jender

Keadilan jender menjadi fokus dari program Jaker POdalam menjalankan kegiatan. Sensifitas jender setiappihak yang terlibat dalam kegiatan perlu ditumbuhkan untuk memperkuat program yang ada. Pembagian peran berdasarkan kemampuan dan mengembangkan kemampuan setiap individu menjadi alat untuk membantu mengembangkan pertanian organik. Integrasi keadilan jender dalam kegiatan Jaker PO menjadi syarat utama dalam pelaksanaan di lapangan.

 3.  Keterlibatan masyarakat lokal

Jaker PO mendukung masyarakat setempat untuk  mengembangkan PO dengan kemampuan dan kearifan tradisional yang mereka miliki.Jaker PO menghormati kearifan lokal dalam usaha mengembangkan PO dan memberikan masukan luar yang sesuai dengan adat dan kebiasaan setempat. Masyarakat setempat  mendapat porsi lebih besar dalam usaha mengembangkan PO sementara individu dari luar hanya berperan sebagai fasilitator dan pendukung dalam usaha pengembangan PO. 

4.  Keahlian PO

Jaker PO menghimpun individudari anggota yang memiliki keahlian untuk bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar dan masyarakat luar daerahnya dalam usaha mengembangkan PO. Keahlian yang beragam dari personil anggota Jaker PO bisa dimanfaatkan oleh organisasi lain dalam usaha pengembangan POdi wilayah lain. Selain isu pertanian, kemampuan anggota dibidang lain menjadi aset bagi Jaker PO untuk dikembangkan dan disebarluaskan kepada masyarakat. Pada tahap ini, sekretariat masih berusaha  untuk  mengumpulkan  sebanyak  mungkin  expertdi  berbagai wilayah. 

5.  Pemasaran

Jaker PO membantu anggota dalam usaha membuka pasar produk yang akan dilempar ke pasar. Kebutuhan mulai dari konsultasi bisnis, standar, kwalitas,mencari peluang pasar,dan mediasi bisnis untuk membantu pemasaran produk pertanian. 

6.  Penyadaran Konsumen

Upaya kesadaran konsumen adalah bagian penting untuk menghubungkan produsen ke konsumen. Kesadaran konsumen telah membuktikan kesinambungan pasar bagi produsen dan menciptakan rasa hormat dari konsumen kepada produsen. Konsumen juga menyadari perlindungan lingkungan, produk kesehatan, dan aktivitas perdagangan yang adil. Oleh karena itu kita melakukan upaya untuk kesadaran konsumen, terutama bagaimana konsumen dapat mengkonsumsi makanan yang lebih sehat. Pengalaman bekerja dengan kelompok tani melakukan upaya untuk membangun kesadaran konsumen menjadi lebih mudah. Dalam pendekatan kepada konsumen, produk sehat dari petani untuk belajar serta bukti produk media yang dapat ditawarkan kepada konsumen. Pendekatan vicarious adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan makanan praktek yang sehat sehingga konsumen dapat mengadvokasi mereka sendiri dan akan menentukan produk makanan yang mereka konsumsi. Kegiatan ini juga berhubungan dengan sekelompok petani yang memproduksi makanan sehat, sehingga ada hubungan yang harmonis antara konsumen dan kelompok produsen. 

7. Jaringan

Sebagai organisasi jaringan, Jaker PO akan berusaha untuk menjalin hubungan dengan mitra lokal, nasional, regional dan internasional. Membangun jaringan menjadi penting untuk saling memperkuat isu dan menjalankan programsesuai dengan kapasitas yang dimiliki oleh setiap pihakyangterlibat.

8.  Publikasi

Sebagai usaha untuk mengkampanyekan pertanian organik, Jaker PO mengembangkan beberapa publikasi baik cetak dan elektronik. Kegiatan ini untuk membangun gerakan pertanianbaik untuk produsen dan konsumen. 

9.  Akuntabilitas dan Transparansi

Sebagai jaringan yang memiliki anggota dan tanggung jawab moral terhadap pengelolaan program, Dalam pelaksanaan program, Badan Pengarah (Steering Committee) melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kerja sekretariat. Monitoring dilakukan setiap saat karena pihak sekretariat selalu mengadakan komunikasi dengan Badan Pengarah, sementara evaluasi dilakukan dalam rapat Badan Pengarah yang dilakukan setiap semester. 

Jaker PO setiap tahun melakukan audit internal secara rutin dan audit external yang dilakukan oleh auditor independent. Hasil audit dilaporkan kepada anggota dan masyarakat untuk mengetahui laporan program dan keuangan yang dikelola oleh sekretariat